Senin, 05 Agustus 2013

Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bogor dari Non Partai Politik (Independen)



DR (Ip). Gartono, SH, MH dan H. Firman Sidik Halim, SE

Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bogor dari Non Partai Politik (Independen)

Tekad Firman – Gartono 
Merevitalisasi Kota Bogor (Bagian 1)

GARTONO CENTER -- Kota Bogor belum pernah memanfaatkan potensinya (vitalitas), sehingga menjadi kota yang tertib, aman, dan sejahtera. Vitalitas yang dimaksud adalah posisi kota yang strategis, lingkungan alamnya yang indah, dan masyarakatnya yang berpikiran terbuka dan maju. Bahkan vitalitas itu mengalami penurunan, sebagai akibat pengelolaan kota yang asal-asalan. Alhasil, Kota Bogor telah menjadi beban bagi penghuninya. Sebagai kandidat Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bogor dari unsur non partai politik (independen) dengan nomor urut 1 (satu) pada bursa Pilwalkot 14 September 2013, Firman – Gartono bertekat merevitalisasi Kota Bogor. Bagaimana strateginya? Berikut paparan Visi Misinya.

 
 Firman - Gartono dalam acara di KPU Kota Bogor

Pada masa lalu Kota Bogor adalah kota yang sangat ramah bagi penduduk yang menghuninya. Keramahan itu terlihat dari potensi (vitalitas) kota yang sejuk hijau yang memiliki latar belakang gunung Salak, gunung Gede, dan gunung Pangrango. Kota yang dialiri sungai-sungai besar: Ciliwung dan Cisadane. Kota yang dipilih oleh para ahli botani dunia sebagai tempat yang sangat cocok bagi penelitian dan pengembangan tanaman tropis.

Kebun Raya yang berada di pusat kota adalah salah satu kebun raya yang memiliki koleksi tumbuh-tumbuhan tropis terlengkap di seluruh dunia. Kota yang memiliki pusat penelitian dan pendidikan biologi dan pertanian terkenal di Indonesia maupun di lingkup internasional. Kota di mana angin dari laut bertemu angin dari gunung, yang menghasilkan Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Kota yang pada masa kolonial dikenal dengan julukan Buitenzorg, karena udara yang sejuk segar dan lingkungan yang indah, aman, dan tenteram.

Namun Kota Bogor yang sekarang adalah kota yang tidak berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Kota yang padat, bising, dan kota yang tidak ramah lagi bagi penghuninya. Kota yang pelan tapi pasti menurun kualitas dan daya dukungnya. Kota dengan fasilitas publik yang semakin terbatas dan buruk akibat pengelolaan yang asal-asalan. Kota di mana ruang terbuka semakin sulit untuk dapat dinikmati fungsi dan keindahannya. Taman-taman kota dan jalur kaki lima yang semakin tidak terawat dan terokupasi untuk kepentingan lain, menjadi pemandangan yang umum.
 
 Firman - Gartono ( 1 dan 2 dari kanan) bersama Tim Sukses di      KPU Kota Bogor
 
Kota Bogor telah menjadi beban bagi penghuninya. Akibat jumlah penduduk yang padat dan beban semakin berat, kota lebih sering macet, fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan semakin menurun kualitasnya. Ruang publik yang semakin terbatas, menjadikan penduduk menjadi lebih mudah marah dan tertekan. Kota yang tingkat kriminalitasnya semakin mengkhawatirkan dan mengganggu ketenangan penghuninya. Kota Bogor telah cukup lama menderita, akibat orientasi dan pengelolaan yang tidak tepat.

Masa depan Kota Bogor harus diselamatkan. Kota Bogor harus menjadi kota yang paling layak untuk menjadi tempat tinggal. Kota Bogor harus menjadi kota yang aman, tertib, dan nyaman untuk hidup dan berusaha. Kota di mana penduduknya menjadi lebih sehat dan produktif karena lingkungan yang aman, bersih, tertata rapi, serta dilengkapi fasilitas publik yang berkualitas dan mencukupi.

Pemerintah telah silih berganti mengatur dan mengelola Bogor, namun keadaan tidak semakin baik. Kota Bogor memerlukan pemimpin dan pengelola yang memiliki hati dan kedekatan mendalam dengan kota ini. Pemimpin yang memiliki kerinduan untuk melihat Bogor kembali menjadi kota yang aman, tertib, dan sejahtera.

Kota Bogor juga membutuhkan pemimpin yang sedari awal turut serta dalam pergumulan untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang diimpikan oleh penghuninya, yaitu kota yang tidak saja indah dan teratur, tetapi juga kota yang kesejahteraan penghuninya semakin meningkat secara berkelanjutan. Pemimpin yang memiliki tekad besar menjadikan Bogor menjadi kota yang ramah dan berkarakter, karena sedari lahir sampai saat ini tinggal dan berpenghidupan di Kota Bogor. Pemimpin yang memiliki kedekatan dan dukungan para tokoh dan juga dengan khalayak akar rumput yang memiliki kerinduan dan impian yang sama untuk membangun Bogor.

Inilah latar belakang yang menjadi keputusan kami (Firman – Gartono), memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor, dengan visi: Menjadikan Bogor sebagai Kota yang Aman, Tertib, dan Sejahtera.
 
Kota Bogor memiliki vitalitas yang besar dari aspek letaknya yang strategis, lingkungan alamnya yang indah, dan masyarakatnya yang berpikiran terbuka dan maju. Merevitalisasi Kota Bogor merupakan agenda penting demi generasi sekarang mau pun generasi berikutnya. Maka dari itu Kota Bogor memerlukan kebersamaan dan kepedulian dari segenap penduduknya untuk mewujudkan visi Bogor sebagai kota yang tidak saja indah dan nyaman, tetapi juga aman, tertib, dan sejahtera . [] Visi Misi: Membangun Kota Bogor Bersih, Tertib, Aman, dan Sejahtera (Oleh Firman Sidik Halim dan Gartono)/Uddin Zainuddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar